Qowa’idul fiqhiyyah (Muqoddimah)

Posted: April 13, 2012 in Qowa'idul Fiqhiyyah
Tag:

Oleh : Sulaiman Abu Syaikhah

بســــــــم اللــــه الرحمـــــن الرحيــــــــــم

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريط له، وأشهد أن محمدًا عبد الله ورسوله وصفيّه وخليله، نشهد أنَّه بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح الأمة وجاهد في الله حق الجهاد، صلّى الله وسلّم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهداهم إلى يوم الدين.
أمَّا بعد

Qowa’idul Fiqhiyyah

• Makna al qowai’d

Secara bahasa :
Kata :”qawa’id” sebagaimana dijelaskan oleh ahlul ilmi ” dia adalah jama dari kata”qaidah ” dan maknanya adalah : apa-apa yang dibangun diatasnya sesuatu yang lain
[lihat qowaidul qowaid hal : 4]

Adapun tambahan dari saya sendiri,
“Qawaid” artinya;  pondasi / dasar misal jika dikatakan  قاعدة العمارة   / qoidatul imaroh artinya pondasi bagunan.
Bisa juga bermakna : prinsip dan asas (metode/peraturan) , misal قاعدة البلاد أو الحكومــة  / qoidatul bilad au hukumah artinya prinsip /peraturan negara atau pemerintah.

ARTI SECARA ISTILAH :
Untuk itu berkata ahlul ilmi adapun qaidah secara istilah syar’ii adalah : perkara yang menyeluruh ( universal ) yang di kembalikan kepadanya cabang-cabang yang banyak.
Dan berkata sebagian yang lain : qoidah adakah perkara yang menyeluruh dikembalikan kepadanya cabang-cabang yang banyak.

Maka dari uraian tersebut bahwasanya makna qaidah adalah : sebuah ungkapan yang terdiri dari beberapa kata akan tetapi masuk didalamnya pembahasan yang luas, karena sesunggunya pembahasan inti dari qaidah adalah untuk mengumpulkan cabang-cabang yang berbeda-beda.
[lihat qowaidul qowaid hal : 4]

Makna fiqh

Secara bahasa : dari kata :  فَقِهَ – يفقه – فقها artinya : mengerti, memahami, pemahaman maka jika dikatakan :
فقِّهَــهُ و أَفـقـــهَهٌ أي ذكَّّره
artinya : memahamkannya / mengajarkan dan mengigatkannya , pegetahuan & pengertian & kepandaian ( الفطنــة  )   sebagaiman doa nabi kepada ibnu abbas :

الهــم فقِّهـــهٌ فــي الديــــن
”Ya allah pahamkanlah dia kepada ilmu agama“

maka jika dikatakan :

تَفَـــقّه : تعلم الفقـــه 
tafaqqahu = mempelajari ilmu fiqh
atau
الفقـــه : علــم احــكام الشــرعيـــة
fiqh adalah = ilmu hukum syariat ( istilahnya)

Maka orang yang pinter dan mendalami hukum syariat di sebut :

الفَــقُــهُ و الفـقيـــــه و جمعــه : فُــقــهــاء أي من كان شديـــد الفهــــم
Al faquh atau al faqih dan jamaknya ; fuqoha’ artinya orang  yang sangat cerdas dalam pemahaman.

وَالْفِقْهَ: مَعْرِفَةُ اَلْأَحْكَامِ اَلشَّرْعِيَّةِ اَلْفَرْعِيَّةِ بِأَدِلَّتِهَا مِنْ اَلْكِتَابِ، وَالسُّنَّةِ، وَالْإِجْمَاعِ، وَالْقِيَاسِ اَلصَّحِيحِ ِ  ( ) .مقدمة  مَنْهَـــجُ اَلسَّالِكِــــينَ
Adapun makna fiqh secara istilahi adalah : mengetahui hukum-hukum syari’at serta cabangya dengan dalil dari kitab dan sunnah dan ijma’ serta qiyas yang shohih.[/b]

و جاء الإمام العز بن عبد السلام -رحمه الله- المتوفى سنة ست وستمائة، فألف كتابه: “قواعد الأحكام في مصالح الأنام”، وكان من أوائل الكتب المؤلفة في القواعد الفقهية، فاحتذى العلماء بعده حذوه، فألفوا مؤلفات عديدة في هذه القواعد
Dan adalah al imam al izzi bin abdus salam – semoga allah merahmatinya- beliau wafat tahun 606 H dan beliau mengarang kitab ”qowaidul ahkam fi masolohil anam” dan kitab ini termasuk salah satu kitab yang pertama di tulis tentang qowa’idul fiqhiyyah, maka setelah itu para ulama mengikuti jejak beliau dan mulailah mereka mengarang kitab-kitab dalam masalah qowa’idul fiqhiyyah.
*

MANFAAT YANG BISA DIAMBIL DARI BERPEGANG DENGAN KETENTUAN-KETENTUAN DAN KAIDAH-KAIDAH INI

PERTAMA :
Bahwasanya memperhatikan ketentuan-ketentuan dan kaidah-kaidah tersebut akan menjaga gambaran seorang muslim dari hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat dan sekaligus memantapkan pikirannya tentang gambaran tersebut.

Telah dimaklumi bahwa seorang muslim apabila menghadapi suatu masalah tanpa dhobith dan kaidah akan terombang-ambing didalam perbuatannya terhadap diri, mau pun keluarganya, masyarakat serta umatnya. Dari sinilah kita mengetahui pentingnya ketentuan-ketentuan dan kaidah-kaidah itu karena dia akan mengatur akal seorang muslim didalam gambaran-gambarannya yang merupakan sumber dari perbuatannya didalam diri, keluarga, ataupun masyarakatnya.

KEDUA :
Kemudian didalam memperhatikan ketentuan-ketentuan dan kaidah-kaidah tersebut ada manfaat yang lain yaitu dia akan menjaga seorang muslim dari kesalahan, karena kalau dia berjalan hanya berlandaskan diatas pendapatnya saja didalam menghadapi apa yang dia temui atau dalam menghadapi suatu masalah, jika telah tampak dan mencari jalan keluar dengan mengandalkan akal pikirannya saja tanpa peduli dengan Dhowabith serta kaidah-kaidah Ahli sunnah wal jama’ah maka dikhawatirkan akan terjerumus kedalam kesalahan dan jika itu terjadi maka akan berakibat fatal karena kesalahan ini akan bercabang dan berkembang dan mungkin juga bertambah.

Dhowabith dan kaidah-kaidah ini apabila kita berpegang teguh kepadanya akan kita dapati banyak sekali manfaatnya, sebab dia akan menjaga kita dari kesalahan. Mengapa bisa demikian? Karena siapakah yang membuat Dhowabith dan kaidah-kaidah tersebut? Yang membuatnya adalah Ahlus sunnah wal jama’ah berdasarkan dalil-dalil. Maka barangsiapa berjalan dibelakang dalil dan mengikuti ahlus sunnah wal jama’ah maka dia tidak akan menyesal selamanya.

KETIGA :
Termasuk dari faedah mengikuti Dhowabith serta kaidah-kaidah itu adalah bahwasannya dia akan menyelamatkan seorang muslim dari dosa, sebab jika dia berjalan hanya berlandaskan kepada akal pikirannya saja dan kamu juga seperti itu dan kamu sangka ini adalah benar tanpa peduli terhadap Dhowabith serta kaidah-kaidah tersebut maka sesungguhnya kamu tidak akan bisa selamat dari dosa, karena kamu tidaklah tahu apa yang akan terjadi akibat dari perkataan serta perbuatanmu jika kamu berjalan hanya berlandaskan akal pikiran saja atau perasaanmu yang kau kira itu benar.

Adapun apabila kamu mengambil sesuai dengan apa-apa yang ditunjukkan oleh dalil dari Dhowabith dan ushul yang global maka kamu akan selamat dari dosa -insya Allah– dan Allah Azza wa Jalla akan mengampunimu karena kamu berjalan sesuai dengan dalil dan sungguh baik orang yang mengambil dalil sebagai pedomannya.  Oleh karena itulah –wahai saudaraku- telah jelas bagi kita keharusan untuk meng ambil Dhowabith serta kaidah-kaidah yang akan datang penjelasannya.

Ini adalah sekelumit makna ushul fiqh secara ringkas serta sejarahnya bagi yang ingin mendalami secara sunguh-sungguh kami persilahkan untuk menela’ah kitab-kitab para ulama diantaranya yang ana sebutkan diatas. Dalam menuliskan serta menukilkan kaidah fiqhiyyah ini ana tuliskan teks indonesianya setelah tulisan arab untuk mempermudah bagi yang ingin menghapalnya namun tidak bisa membaca arab gundul , dan sebagian juga ana nukilkan suatu kaidah inti isinya sama namun berbeda redaksi seperti misal bisa lihat kaidah yang pertama, marilah kita mulai masuk kepada ushul & kaidah fiqhiyyah kita mulai ;

BERSAMBUNG…

_______
MARAJI:

• قواعد القواعد لشيـــخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ

• منظومة القواعد الفقهية  للعلامة عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله

• رسالة لطيفة في أصول الفقه للعلامة عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله

• ملخص القواعد الفقهية إعداد أبو حميد عبد الله بن حميد الفلاسي

• مذكرة أصول الفقه على روضة الناظر للعلامة ابن قدامة رحمه الله  تأليف الشيخ محمد الأمين بن المختار الشنقيطي رحمه الله صاحب أضواء البيان

• منظومة القواعد لشيخ صالح العثيمن

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s